Kata ukur Mandarin: panduan untuk penutur bahasa Indonesia

Pletec LLC Editorial Team ·

Dalam bahasa Mandarin, angka tidak pernah langsung menempel pada nomina. Selalu ada kata ukur 量词 (liàngcí) di antaranya. Pola ini muncul sejak pelajaran pertama HSK 1 dan tidak pernah hilang sesudahnya.

Pola dasar

Susunannya selalu angka + kata ukur + nomina:

  • 三个人 (sān ge rén) = tiga orang
  • 两本书 (liǎng běn shū) = dua buku

Perhatikan bahwa urutannya sama persis dengan bahasa Indonesia: tiga buah buku → angka, penggolong, benda. Jadi struktur kalimatnya bukan hal baru bagi Anda. Yang baru adalah pilihan kata ukurnya dan sifat wajibnya.

Enam kata ukur yang paling sering muncul

Kata ukurPinyinDipakai untukContoh
paling umum, hampir semua benda dan orang一个人 (yí ge rén)
běnbuku dan buku catatan两本书 (liǎng běn shū)
zhāngbenda datar: kertas, meja, tiket一张纸 (yì zhāng zhǐ)
zhībinatang, atau satu dari sepasang一只猫 (yì zhī māo)
bēiminuman dalam gelas atau cangkir一杯咖啡 (yì bēi kāfēi)
wèimenghitung orang secara hormat一位老师 (yí wèi lǎoshī)

Kalau Anda ragu di tengah percakapan, pakai saja (gè). Kata ukur ini paling luas cakupannya dan dalam banyak kasus tetap dapat dipahami, meskipun belum tentu pilihan yang paling tepat.

(èr) dan (liǎng): dua bentuk untuk angka dua

Bahasa Mandarin punya dua kata untuk angka “dua”, dan pemilihannya bukan soal selera.

  • Menyebut atau membaca angka (èr). Contoh: 二十 (èrshí) = dua puluh, 第二 (dì-èr) = yang kedua.
  • “Dua buah …” di depan kata ukur (liǎng). Contoh: 两个 (liǎng ge), 两本书 (liǎng běn shū).

Jadi Anda menghitung “satu, dua, tiga” dengan (èr), tetapi begitu ada kata ukur di belakangnya, bentuknya berubah menjadi (liǎng). Pembahasan lengkap soal angka ada di angka Mandarin.

Dibandingkan kata penggolong bahasa Indonesia

Kabar baiknya: sebagai penutur bahasa Indonesia, Anda sudah punya intuisi untuk sistem ini. Bahasa Indonesia memiliki kata penggolong yang fungsinya sejajar dengan 量词 (liàngcí) Mandarin, dan pasangannya cukup rapi:

Kata penggolongPadanan MandarinContoh
buah (benda umum) (gè)一个人 (yí ge rén)
ekor (binatang) (zhī)一只猫 (yì zhī māo)
lembar (benda tipis) (zhāng)一张纸 (yì zhāng zhǐ)
gelas (bēi)一杯咖啡 (yì bēi kāfēi)
orang (menyebut manusia) (gè) / (wèi) untuk sopan一位老师 (yí wèi lǎoshī)

Tabel di atas adalah padanan yang paling rapi, bukan aturan tertutup. Di dalam kelompok binatang saja Mandarin masih membagi lebih halus daripada ekor: kucing memakai 一只猫 (yì zhī māo), tetapi anjing biasanya 一条狗 (yì tiáo gǒu), sapi 一头牛 (yì tóu niú), dan kuda 一匹马 (yì pǐ mǎ).

Karena itu konsep “angka tidak boleh menempel langsung pada benda” tidak perlu Anda pelajari dari nol, tidak seperti pelajar dari Eropa, yang bahasa ibunya tidak mengenal kata penggolong sebagai kategori tata bahasa dan hanya punya ungkapan seperti “selembar kertas” atau “secangkir kopi”.

Perbedaan terbesar: sifat wajib

Di sinilah pelajar Indonesia paling sering tergelincir. Dalam bahasa Indonesia sehari-hari, kata penggolong boleh dilesapkan. Dua buah buku biasa disingkat menjadi dua buku, dan itu terdengar wajar, bahkan lebih alami dalam percakapan santai. Tiga ekor kucing pun sering cukup dengan tiga kucing.

Dalam bahasa Mandarin, penghilangan itu tidak mungkin. 两本书 (liǎng běn shū) tidak boleh dipendekkan menjadi 两书, karena bentuk tersebut salah, bukan sekadar tidak sopan atau tidak baku. Kata ukur adalah bagian struktur kalimat, bukan hiasan. Jadi kebiasaan melesapkan penggolong yang sah dalam bahasa Indonesia justru harus Anda tinggalkan ketika berbicara Mandarin.

Konsekuensi praktisnya: Anda tidak bisa menunda belajar kata ukur sampai tingkat lanjut. Sejak HSK 1, setiap kali Anda menghitung sesuatu, kata ukurnya harus sudah ada di kepala Anda.

Perbedaan kedua: pembagian kategorinya lebih halus

Bahasa Indonesia menutupi banyak benda dengan satu kata penggolong, yaitu buah. Buku, meja, tiket, dan tas semuanya bisa dihitung dengan buah. Bahasa Mandarin membagi wilayah itu lebih rinci.

Yang paling terasa: bahasa Indonesia tidak punya kata penggolong khusus untuk buku, sedangkan Mandarin mewajibkan (běn). Dua buah buku tidak bisa diterjemahkan sebagai 两个书, harus 两本书 (liǎng běn shū). Begitu pula tiket dan kertas menuntut (zhāng), bukan (gè).

Karena pemetaannya bukan satu lawan satu, cara paling aman adalah menghafal kata ukurnya bersama nominanya, bukan mencari padanan penggolong Indonesianya lebih dulu.

Cara menghafal yang efektif

Simpan kata ukur sebagai satu blok utuh bersama nomina, diawali angka satu:

  • 一本书 (yì běn shū) = satu buku
  • 一个人 (yí ge rén) = satu orang
  • 一杯水 (yì bēi shuǐ) = segelas air
  • 一张票 (yì zhāng piào) = selembar tiket

Perhatikan juga bahwa nada (yī) berubah mengikuti kata ukur setelahnya: 一个 (yí ge) dengan nada kedua, tetapi 一本 (yì běn) dan 一张 (yì zhāng) dengan nada keempat. Latih ini bersamaan dengan nada dalam bahasa Mandarin agar tidak terpisah.

Blok-blok ini paling cepat mengendap kalau langsung Anda pakai dalam situasi nyata, misalnya saat memesan makanan atau berbelanja:

  • 我要一杯咖啡 (wǒ yào yì bēi kāfēi) = saya mau satu cangkir kopi
  • 这里有三个人 (zhèlǐ yǒu sān ge rén) = di sini ada tiga orang

Kalimat semacam ini bisa Anda latih lebih jauh di memesan makanan di restoran.

Ringkasan

  • Susunannya angka + kata ukur + nomina, sama urutannya dengan kata penggolong bahasa Indonesia.
  • Bedanya, kata ukur Mandarin wajib: 两本书 (liǎng běn shū) tidak bisa disingkat, tidak seperti dua buah bukudua buku.
  • Untuk “dua buah”, pakai (liǎng), bukan (èr); (èr) hanya untuk membaca angka.
  • Hafalkan kata ukur menyatu dengan nominanya, karena pembagian kategorinya lebih halus daripada buah dan ekor.